Natalie Bailie menulis Obituary sendiri sebelum meninggal

Natalie Bailie

Natalie Bailie  Seorang ibu yang dikenal humoris dalam kehidupannya, meninggal pada usia 48 tahun  setelah melewati pertempuran panjang dengan kanker paru-paru dan payudara sekaligus. Penyakitnya dinyatakan masuk stadium akhir tiga tahun lalu. Ternyata, saat itulah dia telah merancang panduan lengkap untuk upacara kematiannya. Termasuk menulis iklan obituary yang kocak.

Inilah obituary yang Natalie tulis mengatakan:.. “Hai Jika Anda membaca ini saya telah meninggal, Aku hidup dengan caraku, maka aku mati juga dengan caraku sendiri. Datang ke acara kremasiku ya, pada hari Kamis tanggal 18 Agustus di 3.30 pm di Carmountside Crematorium. Silakan bergabung dengan keluarga saya untuk merayakan hidup saya, Anda jangan meratapi kematian saya, “Setelah ini, akan ada disko dari semua lagu favorit saya di Trent Country Club. Kalian bisa berdansa diiringi lagu-lagu favoritku.  Silakan pakai jins, kaus kaki anehmu, atau trainers. “Banyak bunga, aku suka semua itu. Lilies, freesia, Gypsophila dan mawar putih adalah favorit saya. Lihat semua ada !!!”

obituary Natalie Bailie
credit image ilustrasi dari http://www.jawapos.com/

Sepupu Natalie Joanne Matthews, 42, yang di perintah olen Natalie untuk mengirimkan obituary untuk koran setempat, yang datang sebagai kejutan lengkap untuk anggota keluarga yang lain. Carole menambahkan: “Itu hanya saya dan Joanne yang benar-benar tahu tentang berita kematian. “Ini benar-benar menunjukkan jenis karakter dia.” O ya, Natalie yang semasa hidup berpembawaan ceria tak mau orang-orang tercintanya bersedih. Di krematorium dia mau diputarkan lagu Ding Dong The Witch is Dead dari drama musikal The Wizard of Oz. Iramanya, coba dicek, sangat riang. Dia juga ingin ”dibekali” sejumlah hal dalam peti matinya. Yakni foto tiga anaknya serta foto ayah dan ibunya. Juga ponselnya. ”Nanti, ketika di krematorium, harus ada yang menelepon nomorku biar ponselku berbunyi,” instruksi Natalie.

Di bawah bantalnya, Natalie juga telah menyiapkan buklet berisi resep-resep masakan untuk adiknya, Sally. ”Bahkan, dalam kematiannya, dia masih ingin membantu orang lain,” tangis Carole, sang bunda. ”Setelah kremasi, kalian bisa berpesta di Trent Country Club. Kalian bisa berdansa diiringi lagu-lagu favoritku. Silakan pakai jins, kaus kaki anehmu, atau trainers. See you there,” tutur Natalie mengakhiri iklannya, juga dengan ceria. Oh, ini sangat tidak lucu. Ini so sweet!

Sumber : miror.co.uk


Sudut pandang

Natalie ini sudah melakukan Pre Need planner cukup baik namun cara mengungkapkannya dengan cara yang agak aneh kalau menurut budaya timur.

Pada dasarnya konsep san diego hills adalah membimbing kita semua untuk melakukan persiapan untuk acara pemakaman kita nanti. Dari mulai pemilihan lahan makam jauh jauh hari hingga acara pemakaman itu tiba. Seluruh customer san diego hills, di berikan buku panduan Preneed Planner. Untuk diisi dan di jadikan panduan untuk acara nanti maunya seperti apa almarhum ini di perlakukan.

Kematian itu pasti terjadi dan semua orang mengalaminya namun kita tidak mengetahui kapan itu terjadinya.