Menutup rekening orang meninggal simak panduan lengkap disini

menutup rekening orang meninggal

Menutup rekening orang meninggal itu mudah, asal semua berkas yang dibutuhkan tersedia. Selain itu, tips kuncinya adalah kerja sama dan komunikasi anggota keluarga.

Ditinggalkan anggota keluarga tercinta untuk selama-lamanya tidaklah mudah. Selain mengalami kesedihan yang mendalam, dibayang-bayangi pula kesanggupan dalam membiayai kebutuhan hidup dan tanggung jawab almarhum atau almarhumah yang belum terselesaikan. Mau tidak mau, mengurusi aset mendiang semasa hidup adalah jalan terbaik, misalkan tabungan. Kemudian, permasalahannya adalah bagaimana cara menutup rekening orang meninggal, Simak langkah tepat berikut.

Mengurus Tabungan Orang Meninggal

Dalam langkah ini, setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilakukan. Namun, sebelum itu berusahalah untuk menenangkan diri terlebih dahulu agar dapat berkoordinasi secara baik dengan pihak-pihak terkait.

  • Menutup Rekening Orang Meninggal

Pekerjaan ini memang gampang-gampang susah. Untuk itu, segeralah mendatangi bank yang dipercaya oleh mendiang agar mendapatkan informasi lebih lanjut perihal keikutsertaan program tertentu agar tidak salah langkah dalam melakukan penarikan dana.

Misalkan, jika mendiang mengikuti tabungan haji, autodebet investasi reksadana, atau program lain yang memotong saldo bulanan secara berkala, maka harus berkonsultasi dengan pihak bank bagaimana cara menghentikannya.

Sebagai pengurus aset mendiang, Anda akan ditanyai perihal kata sandi. Jika Anda tidak mengetahuinya, maka pihak bank yang akan memproses penutupan rekening secara keseluruhan. Oleh karena itu, ada baiknya jika membicarakan hal ini sebelumnya untuk mempermudah urusan atau mengantisipasi kebutuhan dana yang mendesak.

  • Melengkapi Berkas

Untuk menutup rekening orang meninggal, pihak bank meminta serangkaian berkas sebagai bukti bahwa nasabah mereka memang sudah tidak dapat bermitra lagi. Setelah semuanya lengkap, tunggu konfirmasi kapan dana bisa dicairkan. Hal ini biasanya mengacu pada riwayat keuangan yang bersangkutan dan kebijakan-kebijakan tertentu.

Membicarakan dengan Kepala Dingin Bersama Keluarga

Setelah semua proses sudah berhasil dilalui, bicarakan perihal aset mendiang secara terperinci bersama keluarga. Kumpulkan informasi selengkap mungkin mengenai utang piutang atau tanggungan lain jika ada semasa hidup. Hal ini akan sangat membantu dalam membagi dana rekening untuk kepentingan yang semestinya.

Beda lagi untuk perkara ahli waris. Bicarakan dengan kepala dingin siapa pihak yang berhak menerima aset mendiang. Lakukan seadil dan setransparan mungkin agar tidak menimbulkan perpecahan.

Persyaratan Pengambilan Uang di Bank Nasabah Meninggal

Agar proses menutup rekening orang meninggal berjalan efektif, lengkapilah berkas terlebih dahulu sebelum berangkat ke bank. Setidaknya, ada 9 persyaratan yang harus dipersiapkan, yaitu:

  1. Buku tabungan asli mendiang,
  2. Fotokopi surat kematian dengan legalisir lurah serta camat,
  3. Surat keterangan ahli waris asli dan sudah disahkan oleh lurah serta camat,
  4. KTP mendiang dan fotokopi beserta legalitas dari lurah serta camat,
  5. Fotokopi kartu keluarga berlegalisir lurah serta camat,
  6. Fotokopi KTP seluruh ahli waris bertanda tangan lurah serta camat,
  7. Fotokopi surat nikah atau surat cerai mendiang,
  8. Surat pernyataan ahli waris yang dibubuhkan tanda tangan lurah serta camat (beberapa bank memiliki form tersendiri),
  9. Surat kuasa pencairan dana asli dari ahli waris kepada pihak penerima yang telah disetujui.

Setelah memastikan semua berkas lengkap, pihak ahli waris diharapkan segera memproses ke bank. Di sana, Anda akan langsung diarahkan ke bagian customer service untuk melakukan tahap verifikasi.

Catatan bagi aset mendiang yang berupa deposito, sebaiknya proses pencairan dana dilakukan saat masa jatuh tempo agar mendapatkan pengurangan biaya break. Hal ini sekaligus bertujuan untuk menerima hasil terlebih dahulu.

Sementara itu, biaya administrasi yang ditetapkan oleh pihak bank untuk menutup rekening orang meninggal mencapai 100.000. Besaran tersebut dapat bervariasi sesuai kebijakan masing-masing. Lantas, bagaimana dengan peraturan berkenaan dengan saldo nasabah?

Peraturan berbeda ditetapkan jika saldo nasabah mencapai 10 juta di rekening. Pihak ahli waris harus melampirkan surat keterangan dan surat kuasa yang telah disahkan oleh notaris. Proses ini sendiri akan memakan biaya sebesar 200.000.

Dengan kelengkapan berkas, proses penutupan rekening nasabah yang telah meninggal tidak akan menemui kesulitan. Pihak pengurus hanya tinggal mendatangi bank, berkonsultasi jika diperlukan, dan tinggal menunggu dana dicairkan.

Contoh Surat Kuasa Penutupan Rekening

Ada bank tertentu yang menyediakan form khusus untuk surat kuasa tersebut. Namun, sebagai persiapan lebih, berikut contoh yang bisa digunakan (sertakan materai) :

Contoh Surat Kuasa Penutupan Rekening orang meninggal

Contoh Surat Kuasa Penutupan Rekening orang meninggal

Beberapa bank ada yang menyediakan form sendiri

Contoh di atas adalah versi umum. Jika mengalami keadaan yang berbeda, misalkan mendiang sebelumnya sudah membuat surat kuasa untuk pewaris, form-nya kurang lebih sama, hanya mengubah hal-hal yang diperlukan seperti apa status ahli waris terhadap pewaris.

Menutup rekening orang meninggal memang gampang-gampang susah dikarenakan harus ada serangkaian berkas yang disiapkan sebagai bukti bahwa keadaan tersebut benar adanya tanpa ada unsur rekayasa. Tips kunci agar proses ini berjalan lancar adalah kerja sama antar anggota keluarga serta komunikasi yang baik perihal pembagian warisan.