Kremasi cara pemakaman yang hemat biaya dan praktis

guci untuk tempat abu hasil kremasi

Kematian menjadi fase hidup yang tidak mengenal agama, budaya, waktu dan tempat bagi seorang manusia. Mereka yang hidup, apapun prinsip yang dijalaninya selama di dunia, pasti akan mengalami kematian. Setiap orang melalui latar belakang dan keyakinannya akan menentukan cara bagaimana dia akan dikembalikan, baik itu dikubur, diawetkan, atau dibakar hingga menjadi abu (di kremasi)

Menurut catatan arkeologi, kremasi telah berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu, dengan ditemukannya Mungo Lady, yakni sisa-sisa jasad yang dikremasi, di Danau Mungo, Australia.

Kita mengenal kremasi, sebuah gaya hidup untuk mengenal cara menghilangkan jasad akibat kematian manusia. Faktanya, kremasi adalah cara penganut agama Hindu atau Buddha untuk mengakhiri raga setelah dicabut nyawa. Namun seiring waktu, bukan hanya mereka dengan agama Hindu atau Buddha saja yang menjalankan kremasi. Kini orang dengan kepercayaan Katolik serta orang dengan kepercayaan lain yang menginginkan tubuhnya dikremasi pun menjadi sah-sah saja.

Krematorium cilincing

Suasana di krematorium cilincing Jakarta Utara
Tempat pelayanan kremasi yang pertama di jakarta sejak 1975

Sumber gambar: krematorium-cilincing

Metode kremasi telah lama hadir dalam perjalanan peradaban manusia. Ragam budaya dan kepercayaan yang tersebar di dunia melahirkan berbagai metode penghormatan terakhir kepada orang-orang tercinta yang telah berpulang menuju keabadian. Salah satunya adalah kremasi, metode pemakaman yang mungkin masih terdengar asing untuk sebagian besar penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, agar Anda semakin memahami serta menghargai cara lain penghormatan terakhir dari kearifan kepercayaan tradisional yang ada di dunia. Simak uraian mengenai pemakaman kremasi berikut ini:

Pengertian kremasi

Kremasi adalah metode penghilangan tubuh jenazah dengan cara pembakaran. Tubuh jenazah akan dimasukan ke dalam tungku panas. Lalu, proses pembakaran mereduksi jasad menjadi senyawa kimia dasar, yakni gas, abu, dan fragmen mineral.

Penyimpanan abu hasil pembakaran dikembalikan pada pilihan keluarga almarhum. Bisa disimpan dalam wadah khusus (guci) kemudian di simpan di rumah abu atau ditebarkan dalam upacara khusus di larung ke laut.

Proses kremasi

Jenazah yang ditempatkan pada wadah kremasi dimasukan dalam tungku pembakaran selama lebih kurang tiga jam atau bisa jadi lebih lama. Tungku pembakaran tersebut khusus terletak dalam ruangan dengan suhu panas 1.000 derajat celcius sehingga memudahkan proses pembakaran seluruh anggota tubuh manusia sampai dengan hanya menyisakan debu.

Fragmen tulang yang tersisa secara hati-hati dikeluarkan dari ruangan, dibersihkan dari semua komponen logam, diproses menjadi partikel halus yang menyerupai abu dan ditempatkan dalam wadah sementara atau guci yang telah dipersiapkan oleh keluarga.

Abu jenazah yang dikremasi harus diperlakukan dengan penghormatan yang sama yang diberikan kepada tubuh manusia asalnya. Ini termasuk penggunaan bejana yang layak untuk menyimpan abu tersebut, cara bejana abu itu dibawa, dan perlakuan dan perhatian kepada penempatan yang layak dan transportasinya dan perletakan akhir bejana abu tersebut. Jika memungkinkan, harus dipilih cara-cara yang layak untuk mengabadikan kenangan akan orang yang meninggal itu dengan cara yang terhormat, seperti dibuatnya plakat atau batu yang mencantumkan nama dari orang yang meninggal.”

proses kremasi

Proses Kremasi

pembakaran dengan suhu 760-1000°C

Mengapa memilih kremasi?

Penghormatan terakhir terhadap seseorang yang dicintai merupakan pilihan yang sangat personal dan biasanya telah disepakati sebelumnya.

Selain kepercayaan agama dan budaya, banyak orang memilih proses pemakaman kremasi karena beberapa alasan di antaranya adalah hemat biaya, ramah lingkungan, pemakaman yang lebih praktis, dan Ada banyak alasan kepraktisan, dimana ada banyak negara yang mempunyai keterbatasan tanah, misalkan Singapura, yang tidak mempunyai tempat penguburan yang cukup.

Proses kremasi di Indonesia diterapkan oleh para penganut agama Hindu, terutama di Pulau Bali, yang dikenal dengan upacara Ngaben. Setelah jasad menjadi abu, pihak keluarga akan melepaskan atau melarungkannya ke laut sebagai tanda pelepasan dan penyatuan jiwa pada Sang Pencipta.

Permintaan kremasi di era modern

Menurut laporan dari National Funeral Directors Association pada pertemuan tahunan para pemilik dan petinggi rumah pemakaman di Amerika Serikat (AS), metode pemakaman kremasi di Negara Paman Sam tengah melesat dan menjadi sangat popular.

Sebanyak 2,5 juta orang meninggal di AS setiap tahun. Pada tahun 2011, sebanyak 42 persen dimakamkan dengan cara kremasi. Angka tersebut mengalami peningkatan dua kali lipat dari 15 tahun lalu

Sebanyak 72 persen jenazah dikremasi di wiliayah Washington. Lalu, di Nevada nyaris mencapai 74 persen. Angka terendah pemakaman kremasi terjadi di Missisipi, yaitu hanya 15,7 persen.

Bagaimana permintaan kremasi di Indonesia ?

Untuk di Indonesia khususnya di jabodetabek saya tidak mendapatkan data pasti tapi yang saya rasakan dalam 10 tahun terakhir ini jika melihat dari permintaan rumah abu di san diego hills tidak sebanyak permintaan tanah makam. permintaan rumah abu saya rasa baru 1 persen nya dari penjualan tanah makam. dalam hal ini sepertinya masyarakat indonesia masih memilih pemakaman dengan cara di kubur sebagai prioritas utama nya walau biaya nya lebih mahal daripada di kremasi.

Biaya kremasi vs pemakaman (dikubur)

A. Opsi Kremasi dan di larung ke laut.

Untuk melakukan kremasi 1 jenazah (bukan kerangka) biaya saat ini per Februari 2020 di krematorium cilincing

  • Untuk yang metoda Oven dan peti standar biaya Rp. 4.700.000
  • Untuk yang metoda tradisional dan peti standar biaya Rp. 4.000.000
  • Abu di larung ke laut biaya gratis kapal motor sudah di sediakan.

Informasi lebih detil krematorium cilincing silahkan hubungi 021.440.5230

Harga di atas belum termasuk guci. Sebagai gambaran harga guci abu mulai Rp 680.000 bisa lihat di tokopedia di akun tokopedia/nisanfoto

Total estimasi biaya kremasi dengan di larung ke laut adalah Rp. 4.700.000 + guci Rp. 680.000 = Rp 5.380.000

B. opsi kremasi dan di simpan di rumah abu.

Ada berbagai pilihan rumah abu di jakarta dan sekitarnya. kebanyakan rumah abu adalah status nya sewa. pada pembahasan ini saya ambil contoh di tempatkan di rumah abu permanen di san diego hills. Harga 1 kotak abu di san diego hills mulai 25 jutaan dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan ukuran bagian dalam adalah 28 cm x 28 cm jadi anda cari guci maximal ukurannya 28 cm x 28 cm. kalau saya lihat di tokopedia/nisanfoto harga guci untuk di taroh di rumah abu harga nya mulai Rp. 3.880.000.

Total estimasi biaya rumah abu di san diego hills Rp. 25.000.000 biaya open closing kotak abu nya Rp. 1.100.000 biaya kremasi Rp. 4.700.000 biaya pembelian guci abu Rp 3.880.000 = Rp 34.680.000.

C. Opsi di kubur di san diego hills.

untuk bisa dikubur di pemakaman san diego hills adalah harus punya lahan nya terlebih dahulu. Harga tanah makam di san diego hills untuk yang sederhana atau standar saat ini per Februari 2020 adalah Rp. 63.476.600 ini di peruntukan untuk 1 orang jenazah. kemudian selain itu untuk acara upacara pemakaman nya gali lubang tutup lubang dan sebagainya pokok nya tingal datang saja Rp. 22.000.000 untuk paket pemakaman standar.

Biaya ini belum termasuk di rumah duka, saya ambil contoh di rumah duka san diego suite yang berlokasi di MRCCC lt. 15. saya ambil contoh pilih paket yang sederhana hanya 1 ruangan saja.

Jika Di semayamkan di rumah duka san diego suite ada Paket Elizabeth (3 hari 2 malam) Rp. 97.000.000 sudah lengkap dengan lahan dan biaya upacara pemakaman serta biaya rumah duka dan peti.

Informasi rumah duka san diego suite dapat di hubungi di No. 021.5799.2148 (24 jam)

Kesimpulan .

Biaya kremasi memang lebih murah dan menjadi opsi terbaik bagi yang dana nya terbatas. dan menginginkan sesuatu yang simple. Ada beberapa klien saya yang menginginkan di kremasi karena alasan simple dan murah dan tidak merepotkan anak anak. Semua itu tergantung pada pesan almarhum mau nya di perlakukan seperti apa ketika dia di panggil sang pencipta. pilihannya mau di kremasi atau di kubur.

Mau di kremasi atau dikubur itu adalah merupakan pilihan yang sangat personal dan biasanya telah disepakati sebelumnya. Tapi ada satu pengalaman saya menghandle salah satu keluarga opsi  yang di pilih adalah jenazah di kremasi terbelih dahulu kemudian abu nya di kubur hal trsebut adalah karena keingin anak anak almarhum berbeda beda.


Referensi :