2012 Lahan Pemakaman di DKI Jakarta Habis

Jakarta, Kompas – DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memperluas lahan pemakaman untuk masyarakat. Jika tidak ada perluasan secara signifikan, lahan pemakaman di Jakarta akan penuh pada tahun 2012.

”Rata-rata jumlah orang yang meninggal di Jakarta mencapai 111 orang. Dengan luas lahan pemakaman yang tersisa saat ini, dua tahun lagi tidak tersisa lahan untuk pemakaman,” kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Siti Sofiah, pada Dialog Pengenalan Legislatif bagi Generasi Muda di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (26/10).

Menurut Sofiah, penambahan lahan pemakaman harus dilakukan agar tidak memicu konflik sosial pada akhir masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo. Bagi warga, lahan pemakaman merupakan kebutuhan pada saat darurat dan harus segera dipenuhi.

Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, terdapat 96 lokasi tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta, dengan luas total sekitar 500 hektar. Sebagian besar TPU itu dalam kondisi sudah hampir penuh.

Selain penuh, kata Sofiah, kondisi topografi pada sebagian lahan di TPU Petamburan dan TPU Pondok Rangon juga tidak mendukung karena tanahnya bertebing, berundak-undak, dan rawan longsor. Kondisi itu membuat banyak lahan sulit digunakan sebagai makam.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, mengatakan, selain untuk menguburkan warga yang meninggal, lahan makam dapat dijadikan sebagai ruang terbuka hijau untuk resapan air. Dengan demikian, pembebasan suatu lahan dapat berfungsi untuk dua aktivitas kota.

”Alokasi anggaran untuk penambahan lahan pemakaman dapat dialokasikan dalam APBD 2011. Penambahan lahan dengan cara pembebasan harus dilakukan sejak awal tahun karena prosesnya sering lama dan menimbulkan konflik jika ada warga yang menolak,” kata Sanusi.

Sementara itu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta juga sudah mulai menambah lahan-lahan pemakaman yang baru. Kepala Bidang Jalur Hijau Linda Mulyani mengatakan, penambahan lahan makam dilakukan dengan cara pembelian dari warga atau menerima tanah yang dihibahkan warga.

Penambahan lahan makam yang sudah dilakukan berada di Rorotan 10,5 hektar, Kampung Sawah 6.000 meter persegi, Tegal Alur 4.000 meter persegi, Kepulauan Seribu 4.500 meter persegi, dan Tanjung Barat 500 meter persegi.

Selain menambah lahan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman juga menerapkan sistem penumpukan jenazah dalam satu liang. Sistem ini diterapkan untuk jenazah yang berasal dari keluarga yang sama dan jenazah yang sebelumnya sudah dimakamkan lebih dari dua tahun.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga menggratiskan biaya pemakaman bagi wara miskin. (ECA)

Sumber : Harian Kompas Cetak