Taman makam pahlawan versi san diego hills

Taman makam pahlawan versi san diego hills

Jakarta punya taman makam pahlawan nasional yang terkenal yaitu taman makam pahlawan kalibata, Ini dibangun oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan swasta pertama yang memiliki property yang sengaja di persembahkan untuk menghormati pahlawan adalah Lippo Group melalui anak perusaahaannya yaitu san diego hills.

Heroes plaza adalah taman makam pahlawan versi san diego hills, lokasi ini khusus di sediakan oleh san diego hills sebagai ungkapan untuk menghormati jasa-jasa tokoh nasional dalam bidang seni, budaya dan kesusastraan, pendidikan, pemerintahan, kemasyarakatan dan olah raga.

Lokasi makam ini berada di jajaran depan dan menghadap ke danau. Saat ini areanya tidak begitu luas karena yang menempatinya baru sedikit tapi tidak menutup kemungkinan kedepannya terus di kembangkan sesuai kebutuhan.
Jenazah yang dimakamkan di Heroes Plaza ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Ini bentuk penghargaan pihak pemakaman kepada orang yang berjasa bagi bangsa dan negara.

Siapa saja yang sudah menempati area taman makam pahlawan ini ?

 

Almarhum. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih

Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH (lahir di Jakarta, 1 Februari 1955 – meninggal di Jakarta, 2 Mei 2012 pada umur 57 tahun) adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009 hingga 30 April 2012. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes. Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health.

Sumber : Wikipedia Indonesia

Batu nisan alm. Endang Rahayu Sedyaningsih
Batu nisan alm. Endang Rahayu Sedyaningsih

Almarhum Ronny Pattinasarani

Pelatih sepak bola dan salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia.

Ronald Hermanus Pattinasarany atau lebih dikenal dengan nama Ronny Pattinasarany (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 9 Februari 1949 – meninggal di Jakarta, 19 September 2008 pada umur 59 tahun) adalah pelatih sepak bola Indonesia dan salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia.

Ronny meninggal dunia pada Jumat-19 September 2008, pukul 13:30 WIB, dalam usia 59 tahun, akibat kanker hati yang dideritanya sejak Desember 2007. Ronny pergi meninggalkan seorang istri, Stella Pattinasarany, dan 3 anak: Benny, Yerry, dan Cita yang mendampinginya sampai saat-saat terakhir di Rumah Sakit Omni Medical Center, Pulo Mas, Jakarta Timur.

Sumber : Wikipedia Indonesia

Batu nisan alm. Ronny Pattinasarani
Batu nisan alm. Ronny Pattinasarani

Almarhum Indra Gunawan

Pemain, pelatih, dan pengamat bulu tangkis Indonesia.

Indra Gunawan atau Lie Tjuan Sien (lahir 23 September 1947 – meninggal di Jakarta, 7 Juni 2009 pada umur 61 tahun) adalah pemain, pelatih, dan pengamat bulu tangkis Indonesia.

Indra wafat pada usia 61 tahun karena penyakit kanker usus yang ia derita selama dua tahun, pada pukul 06.25 WIB di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Sumber : Wikipedia Indonesia

Batu nisan alm. Indra Gunawan
Batu nisan alm. Indra Gunawan

Almarhum Drg. Endang Witarsa

Pemain dan pelatih sepak bola Indonesia

Drg. Endang Witarsa alias Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe (lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 16 Oktober 1916 – meninggal di Jakarta, 2 April 2008 pada umur 91 tahun) adalah mantan pemain sepak bola dan pernah memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia. Setelah pensiun sebagai pemain, Witarsa beralih menjadi pelatih sepak bola dan penasehat PSSI.

Endang Witarsa lulus sebagai dokter gigi, namun memutuskan untuk berkarier di dunia sepak bola dengan memulai karier di klub UMS atau Union Makes Strength, Bandung yang saat itu masih bernama Tiong Hoa Hwee Koan Scholar Football Club. Atas predikatnya sebagi dokter gigi, oleh rekan-rekan dan anak didiknya, dia dipanggil sebagai “Dokter”.

Sebagai pelatih, Endang Witarsa dikenal sebagai pelatih yang sangat disegani dan sangat keras dan disiplin, dan tak segan memaki dan menghardik pemain yang malas atau tidak menjalankan instruksinya dengan baik.

Sumber : Wikipedia Indonesia

Batu nisan alm. Drg. Endang Witarsa
Batu nisan alm. Drg. Endang Witarsa

Almarhum Pudjianto

Pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1960-an

Lie Poo Djian alias Pudjianto (lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 25 Agustus 1932 – meninggal di Jakarta, 9 Agustus 2008 pada umur 75 tahun) adalah pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1960-an. Ia bersama dengan Tan Joe Hok, Ferry Sonneville, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, Eddy Jusuf, dan Olich Solihin merupakan perintis Tim Thomas Indonesia yang dikenal sebagai “tujuh pendekar” (the seven magnificent) yang berhasil merebut Piala Thomas untuk pertama kalinya bagi Indonesia.

Tim Thomas Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 1958 setelah menaklukkan juara bertahan Malaysia (dahulu bernama Malaya) dalam babak penantangan (chalenge round) dengan skor 6-3 di Singapore Badminton Hall, Singapura. Dalam pertandingan tersebut, Lie Poo Djian bermain sebagai pemain tunggal sekaligus pemain ganda (berpasangan dengan Tan Joe Hok). Selain turut merebut Piala Thomas 1958, Poo Djian juga turut mempertahankan gelar juara dalam Piala Thomas 1961 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 6-3 di Jakarta.

Lie Poo Djian meninggal dunia dalam usia 75 tahun di rumahnya, Jakarta pada 9 Agustus 2008 setelah cukup lama menderita penyakit stroke. Jenazahnya dikremasi di Rumah Duka Pluit sebelum kemudian dimakamkan di area taman makam pahlawan, San Diego Hills

Sumber : Wikipedia Indonesia

Batu nisan alm. Lie Poo Djian alias Pudjianto
Batu nisan alm. Lie Poo Djian alias Pudjianto

Almarhum Dr (HC) Johannes Oentoro, Ph.D.

Pendiri Universitas Pelita Harapan

Dr (HC) Johannes Oentoro, Ph.D. lahir 24 Mei 1952 – Meninggal 27 April 2011 adalah pendiri Universitas Pelita Harapan. Dr (HC) Johannes Oentoro, Ph.D. Dia adalah seorang pencinta musik dan seni, seorang pemimpin visioner, pembentuk orang, lembaga, dan gereja, pendidikan, sekolah dan universitas, kesehatan, rumah sakit, yang paling dasar dan paling penting dalam fondasi masyarakat, pendiri dan Rektor pertama Universitas Pelita Harapan, pendiri dan kepala pertama dari sekolah Sekolah Lentera Harapan di seluruh Indonesia, dari Sekolah Dian Harapan, dari Sekolah Pelita Harapan, 25 dari mereka dan ia membentuk dasar untuk seribu lagi. Pendiri dan presiden pertama jaringan rumah sakit Siloam secara nasional.

Sumber : UPH

Batu nisan alm. Dr (HC) Johannes Oentoro, Ph.D.
Batu nisan alm. Dr (HC) Johannes Oentoro, Ph.D.

Almarhum Amelia Mooy – Latuperissa

Mohon maaf saat ini belum ada ref informasi tentang Almarhum.

Batu nisan alm. Amelia Mooy – Latuperissa
Batu nisan alm. Amelia Mooy – Latuperissa