Begini Cara Mengurus Jenazah yang Baik dan Benar Menurut Syariat Islam

Sholat Jenazah

“Tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” – Alquran

Dalam ajaran Islam, semua aktifitas manusia dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi sudah diatur ketentuannya oleh Allah sedemikian baik. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan umat Muslim lebih berpedoman. Salah satu pokok yang tak ketinggalan adalah mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengafani, sampai jenazah dimakamkan.

Mengurus jenazah sesuai dengan tuntunan Islam sendiri hukumnya fardu kifayah, artinya perkara wajib ini bisa menjadi gugur jika sudah ada sebagian Muslim yang melaksanakannya. Betul, mengurus jenazah tentu ada adabnya dan tidak boleh sembarangan dilakukan. Untuk penjelasan lebih rinci, yuk simak pembahasan di bawah ini.

Memandikan Jenazah

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk memutuskan apakah jenazah seseorang boleh dimandikan atau tidak, di antaranya:

  • Jenazah beragama Islam
  • Ada anggota badannya, meskipun tidak utuh (biasanya karena kecelakaan)
  • Jenazah bukan mati syahid (jika seseorang mati syahid, misalnya karena berperang di jalan Allah, maka jenazahnya tidak perlu dimandikan)

Jika ketiga syarat di atas terpenuhi, barulah jenazah boleh dimandikan, dengan ketentuan:

  • Jenazah laki-laki harus dimandikan oleh laki-laki, kecuali istri dan mahramnya, begitu pun
  • Jika jenazah adalah anak kecil, maka orang dewasa, baik pria maupun wanita diperbolehkan untuk memandikan jenazahnya.

Baca juga : Pemakaman nuansa Islam di San Diego Hills, mengulas harga dan layanan pemakaman.

Siapakah mahram itu?

Mahram artinya anggota keluarga yang haram dinikahi. Sebagai contoh, mahram seorang ayah adalah anak-anaknya, ibunya, dan adik perempuannya.

Mengafani

Setelah memandikan jenazah dengan segala tata caranya, hal berikutnya adalah membungkus jenazah yang dengan kain kafan (ada ketentuan tersendiri mengenai berapa jumlah lapis kain yang digunakan).

Mensalatkan dan Menguburkan Segera

Setelah semua prosesi (mandi dan mengafani) selesai, selanjutnya adalah mensalati jenazah (hukumnya fardu kifayah). Salat jenazah ini sendiri bisa dilaksanakan di rumah atau di masjid. Selesai disalati, segera antarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Jika tidak ada hal yang sangat penting, sebaiknya jangan menunda-nunda mengurus jenazah. Demikian, semoga panduan mengurus jenazah dengan baik ini senantiasa menambah iman dan Islam kita aamiin.

Telepon
Chat Sekarang !